Penyebab Aborsi Pada Remaja Di Indonesia

0
56

Penyebab aborsi pada remaja umumnya terjadi karena usia remaja seperti itu sangat membutuhkan perhatian lebih. Apalagi pada saat ini banyak pergaulan bebas yang terbuka, bahkan para remaja pun tidak sungkan untuk melakukannya walaupun hal tersebut sangat di larang oleh agama. Maka dari itu peranan orang tua sangat penting dalam memdidik dan memberikan perhatian dengan lebih baik.

Masa remaja sebenarnya masa yang sulit menentukan jati diri pada remaja tersebut kerap kali merasa dirinya sulit mengambil keputusan itu di sebut leabilnya kehidupan.

Salah satu penyebab aborsi menurut para peneliti kasus kehamilan di luar nikah meningkat drastic dan sebagian besar penyumbang terjadinya aborsi untuk menggugurkan kandungan adalah para remaja.

Aborsi dalam duni medis dilakukan karena ada sesuatu alasan yang kuat. Misalnya adanya indikasi kematian pada ibu atau anak. Atau adanya penyakit yang mengancam nyawa seorang pasien, sehingga di lakukan tindakan aborsi guna menyelamatkan ibunya. Saying sekali sekarang banyak di manfaatkan oleh oknum yang kurang bertanggung jawab dengan melakukan penyebab aborsi karena “kecelakaan” pada kalangan remaja.

baca juga: Telat Haid 11 Hari Berapa Usia Kandungannya

Untuk itu aritkel saya kali ini membahas mengenai factor penyebab aborsi pada remaja, serta langkah apa untuk mengurangi angka aborsi di Indonesia.

  1. Factor ekonomi

Faktok ekonomi ini biasanya sangat berkaitan dengan prilaku manusia, dalam kasus ini penyebab aborsi karena faktor ekonomi sangat berkaitan erat misalnya dalam keadaan di himpit oleh keadaan ekonomi yang kurang, orang tersebut merasa tidak yakin bisa membesarkan anak yang berada dalam kandungan sehingga meraka melakukan aborsi untuk menggugurkan kandungannya yang sudah dilarang oleh agama dan Negara.

  1. Social

Factor social ini juga bisa menjadi penyebab aborsi di Indonesia yang di mana remaja hamil di luar nikah, tindakan aborsi juga sering di pandang sebagai perbuatan tercela.

  1. Malu Dengan Keluarga Dan tetangga

Pada kasus ini perilaku seks bebas pada kalangan remaja sudah sangat memprihatinkan, yang menyebabkan hamil di luar nikah sudah menjadi sebuah keadaan yang sulit untuk di lepaskan.penyebab aborsi pada remaja

Jika orang sudah terlanjur hamil di luar nikah orang tersebut akan merasa malu dengan keluarga dan tetangga karena mereka menganggap hal tersebut sebagai aib yang besar. Untuk itu jalan satu satunya yang di tempuh dengan melakukan aborsi.

  1. Takut janin tertular penyakit

Ada kasusu pun seorang ibu yang mengidap sebuah penyakit, ataupun dapat saja dari keuda pasangan yang mempunyai penyakit, Karen atakut snag janin tertular oleh penyakit itu sehingga menyimpulkan untuk mengerjakan aborsi atau menggugurkan kandungan, sebenarnya hal tersbeut belum tentu pun tepat.

  1. Takut membahayakan kesehatan

Aborsi memang selalu di anggap sebagai urusan yang salah, namun pekerjaan ini dapat dilakukan atas ijin dokter secara resmi andai ada hal-hal yang memang tidak dapat dicari solusi dan mesti melakukan urusan itu demi kesehatan ibu, misalnya saja suatu kehamilan yang terganggu, sehingga andai tidak dilaksanakan pengguguran bakal sangat menakut-nakuti nyawa ibu.

  1. Diagnosis kelainan janin

Adanya diagnosis dari dokter yang dapat menganggu pertumbuhan janin ketika bayi dicetuskan pun dapat menjadi salah stau factor yang menyebbakan aborsi mesti dilakukan, mislanya saja sebab ibu mempunyai penyakit kelamin menular, seringkali penyakit ini timbul dari gaya hidup berganti- ganti pasangan.

  1. Tidak mengharapkan anak

Faktor lainnya dari seringnya remaja mengerjakan abosi ialah karena fobia sekolahnya terganggu, urusan ini pun dikarenakan dari hubungan seks bebas yang biasanya terjadi pada kalangan remaja, sampai-sampai menyebbakan dirinya hamil, karena seringkali jika semua remaja hamil dan merasa fobia dikeluarkan dari sekolah sampai-sampai akan menganggu studi nya.

  1. Aib keluarga

Aib family memang menjadi factor sangat besar diantara permasalahan aborsi ini, sebab merasa malu dan takut mengotorkan nama baik family sehingga semua remaja ini tidak segan untuk mengerjakan aborsi. urusan ini pun akan sangat dominan pada akibat psikologi dampak seks bebas.

  1. Dipaksa pasangan

Kehidupan seks bebas di kalangan remaja ini memang sudah paling memprihatinkan, salah staunya lagi andai tejadi pada pasangan yang belum resmi, andai kecelakaan atau kehamilan terjadi, sering pasangan prianya pun biasanya meminta kekasih atau pasangannya guna menggugurkan kandungannya. Sehingga urusan ini disebabkan adanya untsur paksaan dari pasangan.

  1. Belum siap menjadi orang tua

Karena umur yang masih paling dini, memang terkadang mewajibkan seorang wnaita yang maish sedang di bawah usia untuk mengerjakan aborsi pada janin yang dikandungnya, urusan ini jugalah yang menciptakan mereka belum mampu menjadi orang tua pada umur remaja, sampai-sampai hal yang seharusnya dilarang justeru dilakukan. untuk tersebut lah pentingnya peran orang tua dalam pertumbuhan remaja

  1. Korban perkosaan

Diantara sejumlah kasus aborsi pada remaja, ada pun salah satu factor yang menyedihkan salah satunya pada remaja korban perkosaan, sebab tidak tahu siapa yang mesti bertanggung jawab sampai-sampai tidak heran pada permasalahan ini mewajibkan remaja itu harus mengerjakan aborsi untuk mengamankan masa depannya.

  1. Tidak memiliki ongkos untuk mengasuh anak

Meskipun tidak ada dalil apapun yang menghalalkan perilaku aborsi tetapi masih saja terdapat alsan semua remaja itu yang membuat pekerjaan yang salah ini dilakukan, salah satunya sebab tidak memiliki ongkos untuk mencetuskan atau guna merawat anaknya, sampai-sampai mau tidak mau pekerjaan aborsi juga akhirnya dilakukan.

  1. Kurangnya rasa tanggung jawab

Masa remaja bukanlah masa yang seharusnya memikirkan soal anak atau kehidupan lokasi tinggal tangga, sehingga dalil ini lah yang dijaidkan semua pelaku aborsi ini guna melakukan pekerjaan salah tersebut, salah satunya ialah dengan kurangnya rasa tanggung jawab dari kedua pasangan, atau dapat juga dari pihak lelaki yang tidak inginkan bertanggung jawab bakal perbuatannya.

Dari sejumlah faktor yang sudah dibicarakan diatas, meang mesti lebih diacuhkan peran orang tua dalam mengerjakan pembinaan remaja. sebagai orang tua supaya lebih menyimak anak-anak kamu yang masih remaja, dan menyerahkan pendidikan seksual semenjak dini, penguatan kehidupan agama pun bakal sangat urgen sehingga nantinya anak memahami benar dan salah dalam kehidupan dan pun mengenai akibat psikologis orang yang mengerjakan aborsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here